Film Negri 5 menara…mengajarkan sebuah persahabatan dan kesungguhan

Assalamualaikum sahabat bloger,apa kabar..? penat membahas berbagai motor keluaran terbaru,Ant tertarik mengulas Film yang sebenarnya sudah cukup lama di putar namun Ant baru menonton belum lama ini.

Film ini menceritakan sebuah persahabatan yang sejati dan di bumbui dengan perjuanagan yang luar biasa di sebuah pondok pesantren yang bernama “Pondok madani”..berikut cupplikan kisahnya.

Film Negeri 5 Menara diinspirasi oleh novel dengan judul yang sama karya A. Fuadi yang merupakan buku pertama dari sebuah trilogi dan telah menjadi best seller sejak diluncurkan tahun 2009. Kisah yang mengangkat tema perjuangan meraih mimpi enam sahabat dengan mantera sakti yang akhirnya populer di masyarakat. Million Pictures dan KG Production mengangkat cerita yang diinspirasi oleh kisah hidup sang penulisnya ini ke layar lebar. Bak gayung bersambut niat ini mendapat dukungan dari iB Perbankan Syariah yang didukung pula oleh Bank Indonesia sebagai sponsor utama film dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berjuang keras meraih mimpi.

Wajah kecewa Alif tampak begitu ironis tatkala sang Amak yang diperankan oleh Lulu Tobing, tidak menyetujui keinginannya yang menggebu-gebu untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah umum. Amak ingin Alif menjadi seorang tokoh masyarakat dengan dasar agama yang kuat seperti Buya Hamka dan Sutan Syahrir yang juga berasal dari Minang

Budaya Minang tampak saat sang Ayah yang diperankan oleh David Chalik, menjual kerbau satu-satunya untuk membiayai sekolah Alif ke tanah Jawa. Kedatangannya di Pondok Madani dengan berbagai peraturan yang ketat semakin menyurutkan semangat Alif. Adegan sang Ayah memberinya hadiah sebuah pulpen peninggalan almarhum kakek, terasa begitu menyentuh, meski belum mampu mengusir keraguan di hati Alif. Hukuman yang ia terima saat terlambat datang di masjid untuk sholat maghrib mengantarkannya bertemu dengan lima orang sahabat yang berasal dari daerah lain. Baso dari Gowa, Said dari Surabaya, Raja dari Medan, Atang dari Bandung, dan Dul Majid dari Madura.

Semangat luar biasa untuk belajar dan bersungguh-sungguh timbul setelah melihat aksi Ustad Salman yang diperankan oleh Donny Alamsyah. Aksinya memotong batang pohon dengan pedang berkarat cukup menegangkan membuat penonton menahan nafas. Kelihatannya mustahil, tapi ternyata dengan ayunan pedang yang kesekian diiringi oleh tetesan keringat dan nafas yang menderu, akhirnya batang pohon itu patah. Bukan yang paling tajam! Tapi yang paling bersungguh-sungguh! Man jadda wajada! Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil! Itulah mantera pertama dari sang ustad yang berhasil terpatri dalam sanubari para santri

Enam sahabat itu banyak menghabiskan waktu di bawah menara yang berdiri kokoh di samping masjid Pondok Madani. Itulah mengapa akhirnya mereka dijuluki Sahibul Menara. Di sana mereka menciptakan imajinasi tentang menara impian dengan memandang tinggi ke awan yang berarak. Menara impian yang akan menjadi penyemangat luar biasa dalam perjuangan mereka selanjutnya.

Film Negeri 5 Menara membuktikan bahwa lulusan pesantren yang menurut pandangan banyak orang sebelumnya ‘tidak masuk hitungan’ ternyata juga bisa sukses menjadi orang-orang besar di tengah-tengah masyarakat Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Karena mimpi adalah sebuah keniscayaan bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Man jadda wajada

semoga berguna….Wassalam…

Tentang bachtiaryuan

hobi ngblog karna tertarik dengan dunia wartawan roda 2.olah raga saya TARUNG DERAJAT,
Pos ini dipublikasikan di film, Hobi, indahnya islam. Tandai permalink.

7 Balasan ke Film Negri 5 menara…mengajarkan sebuah persahabatan dan kesungguhan

  1. bachtiaryuan berkata:

    pertamaxxx…………film ini sangat menginspirasi,,,,,,

  2. Aa Ikhwan berkata:

    film ajib😀

  3. Tita Dycta berkata:

    Mantabz ‘brow !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s