Episode akhir kehidupan

yang menjadikan mati dan hidup ,supaya dia menguji kamu,siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan dia maha perkasa dan maha pengampun” (Qc.AL-MULK:2)

menjelang wafat,Rasululloh mengumpulkan para sahabat 2 terdekatnya. Mereka tampak sedih dan khwatir akan di tinggalkan oleh Rasululloh saw untuk selama2nya. Maka Rasululloh pun menghibur mreka dengan bersabda “aku tinggalkan kepada kalian2 dua guru yang satu berbicara dan yang satu lagi bisu,Guru yang berbicara adalah Al-Qur’an dan guru yang bisu adalah kematian”.

Kematian adalah hal yang pasti dan tidak bisa d tawar oleh semua mahluk hidup,sejak lahir kedunia ini semua telah di takdirkan akan datangnya “maut”. Dan semua manusia berkedudukan sam di depan “Maut”.

Firman Alloh SWT.: “Katakanlah : Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya,maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu,kemudian kamu akan di kembalikan kepada (Alloh) yang mengetahui mengetahui yang goib dan yang nyata,lalu di berikan kepadamu apa yang kamu kerjakan.” (Qs.Al_Jumu’ah:8) .

Meskipun demikian,bukan berarti setiap manusia memiliki drama kematian yang sama ketika malaikat maut datang menjemput mereka, mungkin,pada titik inilah manusia bisa memilih di depan maut;apakah kita menjemput maut dengan cara indah (Khusnul Khotimah) ataukah sebaliknya,penuh derita dan klehinaan (Suul Khotimah).

Mungkin terkesan sombong jika kita menganggap bahwa derama kematian kita merupakan pilihan kita sendiri. Tetapi,jika kita memahami drama kematian sebagai muara akhir dari beragam prilaku yg pernah kita pentaskan semasa hidup yang kita lalui,maka kita akan sadar,bahwa drama kematian yangkita lalui tidak bisa di lepaskan dari sejarah panjang perjalanan hidup kita di dunia ini.

Firman Alloh SWT tentang akhir hayat orang yang bertakwa “ (Yaitu) orang2 yang di wafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka “Salaamun alaikum”..masuklah kamu kedalam surga itu sebab apa yang kamu kerjakan “(Qs.An-Nahl:32)

Adapun untuk orang2 yang durhaka Alloh SWT tegaskan dalam Firmanya: “Kemudian akibat orang2 yang mengerjakan kejahatan adalah (adzab) yang lebih buruk,karena mereka mendustakan ayat-ayat Alloh dan mereka selalu mengolok2nya “ (Qs.Arruum:10)

Tidaklah heran jika Rasululloh menempatkan maut sebagai guru yg bisu…

Mari kita renungkan sahabat….

Semoga berguna…

Wassalam….

di kutip dari Ar-Raudhah

Tentang bachtiaryuan

hobi ngblog karna tertarik dengan dunia wartawan roda 2.olah raga saya TARUNG DERAJAT,
Pos ini dipublikasikan di indahnya islam. Tandai permalink.

5 Balasan ke Episode akhir kehidupan

  1. Aa Ikhwan berkata:

    semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian,..
    msh mesti menambah pundi2 amal buat di “sana” kelak..😀

  2. Lia dps berkata:

    Semoga kita kelak meninggal dalam keadaan yg husnul Khotimah,Amiiiiiiiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s